Persiapan Karya Ida Bathara Turun Kabeh 2025 di Pura Besakih: Pengaturan Parkir, Ojek, dan UMKM Ditingkatkan

Persiapan Karya Ida Bathara Turun Kabeh 2025 di Pura Besakih: Pengaturan Parkir, Ojek, dan UMKM Ditingkatkan
GOOGLE NEWS
BERITAKARANGASEM.COM, RENDANG.
Bali bersiap menyambut Karya Ida Bathara Turun Kabeh 2025 di Pura Agung Besakih dengan serangkaian perbaikan dan pengaturan dari Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih.
Persiapan ini mencakup pengaturan parkir, sistem ojek, pengelolaan UMKM, hingga alur pemedek agar pelaksanaan berjalan lancar dan tertib.
Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyampaikan bahwa sistem parkir akan dilakukan secara bertahap guna menghindari kemacetan.
“Mobil pemedek dapat parkir di Kedundung dan Manik Mas. Jika penuh, diarahkan ke lapangan atau area alternatif seperti Ulun Setra milik Pemda. Dengan cara ini, lalu lintas tetap lancar,” jelas Muliarta.
FKSPA juga menerapkan sistem baru bagi ojek untuk memastikan keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan pura.
Sebanyak 700 ojek akan disiapkan untuk melayani pemedek, yang sebagian besar direkrut dari Desa Adat Besakih dan Pregunung.
“Ojek akan menggunakan seragam berupa rompi dan kaos. Tarif standar ditetapkan Rp10 ribu dengan lima titik pos, yaitu di Kedundung, Manik Mas, Dalem Puri, Ulun Setra, dan Setra Seka,” terang Muliarta.
Untuk menjaga ketertiban, FKSPA melibatkan Satpol PP dan kepolisian, terutama dalam mengantisipasi aksi kebut-kebutan. Selain itu, ojek dilarang melewati jalur Margi Agung guna menjaga ketertiban area suci.
Selain transportasi, FKSPA juga memperbaiki sistem pengelolaan UMKM di kawasan Pura Besakih dengan fokus pada lokasi, kualitas makanan, dan harga yang wajar.
“BPOM akan dilibatkan dalam pemeriksaan kesehatan dan higienitas makanan. Kami juga mengimbau pedagang untuk menetapkan harga yang wajar dan akan bersurat setiap tahun terkait standar harga dan kebersihan,” jelasnya.
Seiring dengan tingginya kepadatan di jalur menuju Catur Lawa Pasek, Gubernur Bali, Wayan Koster, menginisiasi sistem baru agar pergerakan pemedek lebih tertata.
“Pemedek sering menumpuk di Catur Lawa Pasek karena jalurnya memotong ke Pura Penataran Agung. Sekarang kami atur ulang agar tidak langsung pulang dan menghindari penyumbatan jalur. Simulasi akan dilakukan pada 5 Oktober,” ungkap Koster.
Muliarta menambahkan bahwa kepadatan pemedek akan dikelola dengan beberapa strategi, seperti pengaturan kedatangan per kabupaten dan pemanfaatan wantilan sebagai area tunggu.
“Pintu keluar akan dioptimalkan ke arah barat menuju Suci, dan akan ada pembatasan agar pemedek tidak langsung turun, sehingga tidak terjadi tabrakan arus,” tambahnya.
Dengan berbagai perbaikan ini, FKSPA Besakih berharap pelaksanaan Karya Ida Bathara Turun Kabeh 2025 dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pemedek yang hadir.
Editor: Aka Kresia
Reporter: bbn/tim